Pendidikan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum

Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Usaha untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan perlu mendapat perhatian khusus. Undang-undang Pendidikan No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakal mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan peka terhadap tantangan zaman. Jadi jelaslah pendidikan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan sengaja agar anak didik memiliki sikap dan kepribadian yang baik, sehingga penerapan pendidikan harus diselengggarakan sesuai dengan Sistem Pendidikan Nasional berdasarkan UU No. 20/ 2003.  Dalam kegiatan belajar di sekolah, guru berhadapan dengan  jumlah ciri-ciri untuk beragam siswa. Ada siswa yang dapat mengambil kegiatan belajar mereka mulus dan berhasil tanpa kesulitan, tetapi pada sisi lain tidak beberapa siswa yang benar-benar mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar siswa yang ditunjukkan oleh kehadiran hambatan tertentu untuk mencapai hasil pembelajaran, dan dapat psikologis, sosiologis, dan psikologis, yang pada gilirannya dapat menyebabkan mencapai prestasi belajar di bawah yang baik. Kesulitan belajar siswa meliputi luas, termasuk: (a) gangguan belajar, (b) learning disfungsi ereksi; (c) underachiever (d) peserta lambat, dan (e) dalam belajar. Dalam keadaan tertentu, karya ini mengangkat tema kesulitan dan pemecahan masalah dalam pembelajaan bidang studi matematika dengan melakukan pendekatan oleh bidang studi bimbingan konseling. Pemilihan tema ini mempertimbangkan subjek bidang studi matematika yang masih dianggap sebagai sebuah kendala oleh sebagian besar siswa. Berdasarkan latar belakang pernyataan di atas, karya ini bertujuan untuk mendiskusikan masalah yang berhubungan dengan diagnosis kesulitan belajar. Masalah-masalah ini termasuk: masalah-masalah kesulitan belajar matematika , alternatif untuk mengatasi masalah matematika, model pembelajaran yang dapat diterapkan dan cara mengatasi masalah kesulitan dalam bidang studi matematika. 1.2 Tujuan1. Untuk dapat mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa didalam pembelajaran bidang studi matematika.2. Untuk mengetahui cara mengatasi setiap kendala yang dihadapi oleh siswa.3. Untuk mengetahui cara belajar yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran bidang studi matematika.1.3 Permasalahan1. Rendahnya minat belajar siswa terhadap bidang studi matematika2. Metode pembelajaran yang terkesan membosankan menjadi tidak menarik nya pelajaran matematika3. Menurun nya nilai matematika siswa akibat rendah nya motivasi untuk belajar.4. Kemampuan pemecahan masalah yang berbeda antar siswa.. BAB IIRINGKASAN2.1 Isu Pokoka. PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA BERMOTIVASI BELAJAR TINGGI BERDASARKAN IDEAL PROBLEM SOLVINGVol. 2 No. 1 (Januari-Juni 2016) Print ISSN 2460-1187, Online ISSN 2503-281X  • Keberagaman tingkat motivasi belajar siswa menyebabkan pembelajaran dikelas belum terlaksan dengan maksimal.• Kemampuan memcahkan masalah siswa yang beragam.b. HUBUNGAN GAYA KOGNITIF DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWAVol. 1 No. 2 Tahun 2015 ISSN 2460-1187• Rendah nya kemampuan matematika menyebabkan munculnya sikap ketidaksenangan siswa terhadap pelajaran matematika.• Dengan ketidak senangan terhadap mata pelajaran matematika membuat rendah nya kemampuan matematika yang dapat dilihat dari hasil ujian nasional.c. KECERDASAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKAEdu-Math; Vol. 3, Tahun 2012• Adanya pandangan yang menyatakan bahwa kecerdsan seseorang dapat dilihat berdasarkan hasil tes IQ sudah tidak relevan lagi karena tes IQ hanya membatasi pada kecerdasan logika-matematika dan bahasa.• Teori multiplr intelligences mencobah Mengubah pandangan bahwa kercerdasan bersal dari kemampuan logika-matematika.d. PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN PRESEPSI SISWA TENTANG CARA GURU MENGAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKAVOLUME  4 NOMOR 2 JULI 2013• Besar nya motivasi memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil belajar matematika siswa• Presepsi cara mengajar guru terhadap siswa yang baik juga dapat meningkatkan hasil belajar siswae. PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BIDANGSTUDI MATEMATIKA PADA ANAK-ANAK SEKOLAH DASARVol.1, No.1, September 2011• Sulitnya anak-anak pada pendidikan sekolah dasar dalam menrima pembelajaran bidang studi matematika.• Dengan adanya interaksi dari guru bimbingan konseling yang memberikan pemahaman yang berbeda dalam menyelesaikan masalah pada pelajaran matematika dengan pemberian saran dan menari solusi bersama-sama guru bidang studi matematika. 2.2 PembahasanKecerdasan bukanlah suatu yang bersifat tetap melainkan dapat tumbuh dan berkembang. Setiap siswa memiliki kecerdasan (keunikan) masing-masing. Mereka memiliki kecerdasan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.Howard Gardner, sang penemu konsep kecerdasan majemuk (multiple intelligences) menyatakan bahwa pada dasarnya kecerdasan terdapat dalam diri setiap individu. Hanya saja, tingkat kedominannya serta perkembangannya dari masing-masing kecerdasan akan berbeda-beda dari individu yang satu dengan individu yang lainnya. Kita sering mendengar istilah kecerdasan sering dimirip-miripkan atau disamakan dengan kepintaran. Namun kedua istilah ini memiliki perbedaan. Anak yang pintar belum tentu cerdas, sedangkan anak yang biasa-biasa saja pintarnya bisa saja ia merupakan anak yang cerdas. Bagi para pendidik ide multiple intelligence ini menjadi inspirasi dalam memperkaya kurikulum pendidikan sekolah, terutama dalam memperkaya metode penyampaian materi pelajaran dengan memanfaatkan potensi kecerdasan yang ada dalam setiap diri individu.Tipe-tipe kecerdasan seperti yang diungkapkan oleh Howard Gardner (1983).1. Verbal-Libguistic Intelligence (Kecerdasan Verbal-Linguistik)2. Logical-Mathematical Intelligence (Kecerdasan Logika-Matematika)3. Musical Intelligence (Kecerdasan Musikal)4. Bodily – Kinaesthetic Intelligence (Kecerdasan Gerak-Kinestetik)5. Visual-Spatial Intelligence (Kecerdasan Visual-Spasial)6. Interpersonal Intelligence (Kecerdasan Interpresonal)7. Intrapersonal Intelligence (Kecerdasan Intrapersonal)8. Naturalis Intelligence (Kecerdasan Natural)9. Kecerdasan Eksistensial.Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak. Oleh karena itu mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari tingkat sekolah dasar dengan tujuan untuk membekali siswa mengenai kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta memiliki kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Jelas bahwa yang menjadi tujuan pembelajaran matematika bukan hanya kecerdasan logika-matematika saja. Guru dapat memasukkan unsur-unsur kecerdasan lainnya melalui pembelajaran matematika yang inovatif.Hendriana (2012) menyatakan siswa cenderung menghafalkan konsepkonsep matematika dan definisi tanpa memahami maksud isinya. Kecenderungan tersebut berdampak pada kemampuan pemecahan masalah matematika yang kurang memuaskan. Rendahnya kemampuan matematika menyebabkan munculnya sikap ketidaksenangan siswa terhadap pelajaran matematika. Demikian juga sebaliknya, ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran matematika menyebabkan rendahnya kemampuan matematika. Indikasi dari hal ini dapat dilihat pada hasil ujian nasional mata pelajaran matematika jenjang pendidikan dasar sampai menengah. Kemampuan matematika para siswa di Indonesia yang rendah juga dapat diketahui dari hasil evaluasi The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA), dimana Indonesia selalu menduduki peringkat bawah (Mullis, 2012; OECD, 2013). Oleh karena kemampuan pemecahan masalah matematika masih rendah, maka perencanaan pembelajaran matematika perlu ditinjau kembali oleh guru sehingga dapat menghasilkan kemampuan pemecahan masalah siswa yang maksimal.Kemampuan guru dalam mengenali kecerdasan yang dimiliki oleh siswa merupakan hal yang sangat penting. Faktor ini akan sangat menentukan dalam merencanakan proses belajar yang harus ditempuh oleh siswa. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengenali kecerdasan spesifik yang dimiliki oleh siswa. Semakin dekat hubungan antara guru dengan siswa, maka akan semakin mudah bagi para guru untuk mengenali karakteristik dan tingkat kecerdasan siswa. Dengan demikian dalam pembelajaran matematika tidak hanya kecerdasan logis matematis saja yang dikembangkan. Dengan inovasiinovasi pembelajaran maka pembelajaran matematika juga dapat mendukung kecerdasan yang lain. Pengajaran satu materi tidak perlu harus menggunakan ke sembilan kecerdasan tersebut secara serentak. Pilihlah kecerdasan yang sesuai dengan konteks pembelajaran itu sendiri.Dalam proses proses belajar mengajar disekolah cara guru mengajar memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Apabila seorang guru dalam pengajaran berpedoman pada dimensidimensi mengajar yang baik maka akan menimbulkan persepsi yang baik dari siswa, sehingga pada akhirnya guru dikatakan berhasil mengajar siswanya karena menimbulkan kesan yang baik dari siswa. Dengan adanya kesan yang baik dari siswa terhadap cara mengajar guru, maka semakin baik pula kesan dan ingatan siswa terhadap peristiwa-peristiwa dalam pembelajarannya.Dalam merencanakan suatu sistem pengajaran, banyak hal yang harus dipertimbangkan guna mencapai tujuan tertentu, namun seringkali tujuan yang terlalu jauh justru menimbulkan banyaknya tuntutan yang timbul dalam proses pengajaran tersebut. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalani, semakin sulit pula pelajaran yang diterima oleh anak-anak, sehingga bantuan psikologis dari tenaga konseling di sekolah sangat dibutuhkan untuk membantu peran guru bidang studi dalam proses belajar mengajar di kelas.Bimbingan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, supaya setiap siswa lebih berkembang ke arah yang semaksimal mungkin. Dengan demikian bimbingan menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut.Guru Bimbingan Konseling sudah seyogyanya harus melaksanakan ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut agar setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menggangu jalannya proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti. Selama ini, bidang studi yang menjadi “momok” bagi kebanyakan anak adalah matematika. Semakin lama semakin banyak anak yang merasa kesulitan mengikuti pelajaran, terutama untuk bidang studi tersebut. banyak pelajar di Amerika yang mendapatkan nilai buruk pada bidang studi matematika.  Akibatnya prestasi akademik mereka makin merosot. Penelitian di luar negeri menyebutkan bahwa ada hubungan yang erat antara prestasi akademik dan konsep diri. juga mengatakan bahwa ada hubungan antara kognitif, motivasi dan emosi dengan kemampuan seseorang dalam bidang studi matematika. Yang terjadi selama ini adalah orang tua murid selalu memberikan pelajaran tambahan bagi anak-anak mereka yang dinilai kurang, baik itu di sekolah maupun di tempat. Kemampuan pemecahan masalah tidak dapat diperoleh secara instan. Hal ini diperlukan latihan secara terus menerus bukan hanya sekedar melalui hafalan, latihan soal rutin, serta proses pembelajaran yang biasa. Guru hendaknya mampu mendesain kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkatan. motivasi belajar masing-masing siswa. Bagi siswa yang cenderung memiliki tingkat motivasi belajar rendah dan sedang sebaiknya diterapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa agar siswa termotivasi untuk belajar giat sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Selain itu, guru dapat membiasakan siswa dengan soal-soal non-rutin beserta dibimbing mengenai tahapan-tahapan dalam menyelesaikannya..Adapun mata pelajaran yang paling sering ditekankan orang tua san sekolah adalah matematika, karena matematika dinilai sebagai ilmu yang penting dalam kehidupan manusia. Namun seringkali orang tua ataupun guru hanya sekedar mengajarkan matematika dan kurang memperhatikan sisi psikis dari anak tersebut. Para anak yang merasa kesulitan dengan pelajaran matematika. Beberapa kasus yang ditemukan di SD X Surabaya menunjukkan bahwa meskipun anak-anak mengikuti pelajaran tambahan tersebut, prestasi mereka juga tidak meningkat. Hal ini antara lain disebabkan karena mereka sudah jenuh dan sebagian lagi karena banyaknya pelajaran tambahan yang harus diikuti, akhirnya mereka juga tidak memiliki kesempatan untuk beristirahat atau bermain dan akhirnya pada saat pelajaran tambahan tersebut, konsentrasi mereka sudah banyak berkurang. Akibatnya pelajaran yang diberikan sudah tidak mampu lagi mereka serap dengan maksimal. Oleh karena itu, seorang guru bimbingan konseling sangat dibutuhkan perannya guna menetralisir kendala proses pembelajaran yang terjadi lingkungan kelas sehingga prestasi belajar anak, khususnya di bidang studi matematika tidak merosot.Tiga fungsi bimbingan dan konseling, yaitu : 1. Fungsi penyaluran ( distributif ) Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri- ciri kepribadiannya. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar, dan lain-lain.2. Fungsi penyesuaian ( adjustif ) Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal. 3. Fungsi adaptasi ( adaptif ) Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat.Adapun untuk menyikapi keluhan guru kelas tentang prestasi belajar bidang studi matematika siswa, guru BK melalui layanan bimbingan konselingnya menyusun program khusus bagi siswa, yaitu :a. Bekerjasama dengan guru kelas untuk mensetting pembelajaran di kelas yang lebih variasi namun tetap menekankan pada aktivitas pembelajaran. Hal ini dilakukan dengan cara menggnakan media pembelajaran yang lebih menarik pada saat pelajaran matematika agar ketertarikan siswa menjadi lebih tinggi, seperti dengan menggunakan pengkombinasian metode bermain saat pelajaran matematika.b. Guru BK mengadakan konseling rutin mingguan guna mengantisipasi siswa yang kurang menyenangi pelajaran matematika oleh karena ketidaksukaannnya kepada sosok guru pengajar matematika, bukan karena kesulitan dalam memahami matematika .c. Guru BK melakukan konseling kelompok. Melalui proses konseling kelompok ini guru BK menggabungkan antara siswa yang mengalami kesulitan dalam bidang studi matematika dengan sesama peer group siswa tersebut yang memiliki pretasi bidang stud matematika yang lebih baik sehingga akan menularkan motivasi positif antara satu dengan yang lain.d. Guru BK secara periodic melakukan home visit pada siswa guna menjalin komunikasi dengan orang tua siswa tentang bagaimana perkembangan siswa tersebut selama di sekolah. Tujuannnya adalah terjadi keselarasan antara orang tua dan guru dalam proses pembelajaran anak. e. Guru BK sedini mungkin berusaha untuk meminimalkan masalah yang terkait dengan hal yang terkait dengan masalah pembelajaran ataupun sosial kepribadian siswa. Usaha tersebut dilakukan dengan cara mempersilakan orang tua dan siswa untuk berkonsultasi tentang bagaimana pengembangan potensi siswa agar lebih optimal.Menyikapi hal tentang pretasi belajar siswa bidang studi matematika, guru kelas dan guru BK mempunyai peranan dan kedudukan kunci di dalam keseluruhan proses pendidikan. Teknis pelaksanaan proses bimbingan konseling yang dilakukan adalah sebagai berikut :a. Kegiatan Bimbingan Konseling yang dilakukan di SDIT Utsman bin Affan biasanya didahului oleh adanya pengarahan oleh guru kelas terlebih dahulu. Namun saat dirasakan pengarahan tersebut masih belum efektif maka akan diarahkan ke guru BK untuk mendapatkanlayanan bimbingan konseling tanpa terkecuali.b. Proses bimbingan konseling yang diambil oleh guru BK akan ditindak lanjuti lebih mendalam. Hal ini dikarenakan guru BK punya tangung jawab untuk mengamati siswa-siswa SDIT Utsma bin Affan dalam tingkah lakunya sehari-hari. Selain itu guru BK dituntut pula untuk mengenal murid – murid yang memerlukan bantuan khusus dalam belajar c. Setelah melakukan proses layanan, maka guru BK akan mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orang tua murid, baik secara individual maupun secara kelompok untuk memperolehsaling pengertian dalam pendidikan anak. d. Guru BK melakukan proses pencatatan pribadi siswa dan catatan akademis siswa terutama untuk mempelajari faktor non instruksional, yang dapat mendukung efektivitas proses belajar mengajar serta pemberian bimbingan kepada siswa.Melalui catatan pribadi dan catatan akademis merupakan sumber yang sangat komprehensif mengenai data siswa. BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanProgram bimbingan ialah suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu. Kegiatan bimbingan dan konseling dapat mencapai hasil yang efektif bilamana dimulai dari adanya program yang disusun dengan baik. Program bimbingan berisi rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pemberian layanan bimbingan dan konseling. Program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan operasional bimbingan konseling yang dilaksanakan oleh konselor atau guru pembimbing, yang bertujuan untuk membantuh para siswa menangani masalah-masalah yang dihadapinya serta membentuk kepribadian yang baik. Biasanya pada siswa yang cenderung mengalami kesulita belajar pada bidang studi tertentu akan langsung diberi penanganan intensif oleh konselor. Adapun bidang studi yang biasanya dikeluhkan oleh guru atas prestasi belajar siswanya yang terkadang kurang optimal adaah matematika sehingg membutuhkan kerjasama yang sineris antara semua pihak untuk segera menanganinya karena keberhasilan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah tidak lepas dari peranan berbagai pihak di sekolah, selain guru pembimbing dan konselor sebagai pelaksana.3.2 RekomendasiSaran yang dapat direkomendasikan dalam penelitian ini adalah sebaiknya guru merancang, mengembangkan, dan mengelola pembelajaran secara variatif disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran yang disajikan. Selain itu, guru dan sekolah perlu melakukan pengkajian/identifikasi terhadap tipe gaya kognitif siswa secara keseluruhan. Hal tersebut diharapkan agar guru dapat menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya kognitif siswa sehingga tercapai kemampuan pemecahan masalah yang optimal dan juga Guru dapat meningkatkan terus motivasi berprestasi siswa agar berprestasi terus menerus.